Kamis, 30 September 2010

EVENT PASAR SENI KE-10 PADA 10/10/2010

Cheap and chic, Pasar Seni.

BANDUNG, (PRLM).- Panitia Pasar Seni ITB ke-10 pun menetapkan tanggal pelaksanaan pada 10 Oktober 2010 sebagai penyelenggaraan Pasar Seni ITB ke-10 sehingga akan bertajuk Pasar Seni 10/10/10.
Ketua Umum Pasar Seni ITB ke-10, Tisna Sanjaya, mengatakan, pasar seni 2010 akan menjadi sebuah momen gerakan kebudayaan dan titik penting sebuah semangat zaman. "Pasar Seni ke-10 yang diselenggarakan pada tanggal 10 bulan 10 tahun 2010. Jadi, penyelenggaraannya harus bagus," katanya, dalam jumpa pers di sebuah rumah makan di Dago Plaza, Senin (7/6) malam.
Dalam acara itu dihadiri juga Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Biranul Anas, Ketua Pelaksana Pasar Seni ITB ke-10 Indra Audipriatna, dan sejumlah undangan lainnya. Anas berharap, Pasar Seni ke-10 itu, akan kembali kepada niat awal saat pertama kali Pasar Seni digelar tahun 1972.
"Dulu, konsepnya ialah agar masyarakat bisa memiliki karya-karya seni dengan harga murah. Bukan harga galeri. Kami berharap, karya seni bukanlah sesuatu yang mahal dan eksklusif. Karya seni harus bisa dinikmati oleh semua lapisa masyarakat. Itulah esensi utama Pasar Seni saat pertama kali diselenggarakan. Dan jiwa itulah yang ingin dimunculkan kembali pada Pasar Seni tahun ini," ujarnya.
Salah satu entry point agar Pasar Seni kembali seperti sejarah awalnya ialah mengangkat imej Jln. Ganesha. "Selama ini, Jln. Ganesha seolah tertutup gegap gempita Pasar Seni. Padahal Jln. Ganesha adalah salah satu roh utama dalam Pasar Seni. Karena itu, nanti Jln. Ganesha akan dihidupkan," kata Tisna.
Tisna menerangkan, Jln. Ganesha akan "dihidupkan" dengan cara street painting. Sepanjang Jln. Ganesha, mulai persimpangan Jln. Tamansari hingga persimpangan Jln. Djuanda, akan dilukis. Sementara, di atasnya akan digantungkan seni-seni instalasi. "Kami akan mengundang seluruh seniman dari Indonesia, untuk menghidupkan Jln. Ganesha itu. Nanti akan menjadi ajang silaturahmi para seniman serta komunikasi melalui hasil karya seni. Karena itulah, stand-stand yang berdiri di sana, akan seminim mungkin. Bahkan, kalau bisa tidak ada stand. Stand di dalam kampus semua," katanya.


MUSIC AKAN MEMANASKAN SUASANA PASAR SENI KE-10!!

area yang dirancang dan menghadirkan pertunjukan seni tradisi serta dikemas secara modern tanpa  mengurangi nilai dari kesenian tersebut.
Dikemas oleh berbagai kolaborasi disiplin ilmu dan komunitas yang dihadirkan secara kreatif dan menghibur.

Seratus Persen (IMB)

Donor Darah x Lingkungan Seni Sunda x
Karinding Attack x Kelas Anjing Ajag

PERFORMANCE BAND: 
Trashion
Tabrak Lari Blues
Japan Foundation
jursan di FSRD ITBr
The Bird And The Bee
Au Revoir Simone
Gildas/Kitsune
Potret
Krakatau
Puppen Reunion
Frau
Sarasvati
TIKA And The Dissidents
McShit                                                           SPECIAL : Bottlesmoker ft. Mimi Rasinah's Daughter
  AUDISI BAND PASAR SENI KE-10
Pengumuman audisi band Pasar Seni ITB 2010.

                                Pengumuman audisi band Pasar Seni ITB 2010


Kabar berita lebih lanjut, cek http://www.pasarseniitb2010.com

MUSIC ELECTRIC



bottlesmoker_depan.jpgbottlesmoker_belakang2.jpg

BottleSmoker adalah sebuah project musik yang bersifat tulus. Tahun 2003, Angkuy yang tinggal di kost-kostan dengan orientasi hidup cenderung di kamar yang hanya ditemani oleh computer Pentium II 350Mhz mencoba mengekspresikan perasaannya melalui program Fruity Loops. Berawal dari share lagu melalui computer to computer teman-temannya, lagu-lagu yang ditulis akhirnya mendapat respon positif dan menantang Angkuy untuk terus menulis lagu dan menyebarkannya. Tahun 2004, BottleSmoker mengisi sebuah festival loop yang diadakan di IF Venue, yaitu “Friday I’m In Loops”. Sebuah festival yang menjadi trigger bagi Angkuy untuk meneruskan project musiknya. Tidak hanya itu, tahun 2005 Angkuy mengajak Nobie untuk bergabung dengan BottleSmoker mengambil posisi programer..
Sebuah konsep yang diambil adalah musik kamar. Sebuah musik yang diproduksi di kamar sendiri dan cocok didengarkan di kamar. Dengan musik yang instrumentally, BottleSmoker memiliki packs dan beats yang artificial, karena pure menggunakan sounds dari komputer. Komputer telah dianggap istri bagi Angkuy dan Nobie. Dengan inspirasi itu, tahun 2004 BottleSmoker mengeluarkan EP ”Computer Is My Wife” yang membawa BottleSmoker mengisi acara “Beatles Nite 2” di Batu Api atas hasil meng-cover version “Let It Be”-nya Beatles.
Tidak hanya Beatles yang telah menjadi influences bagi BottleSmoker. Mum, Manitoba, Telefon Tel Aviv, Flaming Lips dan Fisherspooner telah cukup banyak memengaruhi musik mereka. Selain itu, artis-artis netlabel seperti observatoryonline.com dan midnetterecord telah menjadi contoh penting dan influence dalam berkarya.
Melalui jaringan internet yang megah, BottleSmoker telah berjalan nyaman di dunia myspace. Melalui myspace ini lah sebuah CD Culture yang mengadaptasi dari Cassete Culture, BottleSmoker menyebarkan materi-materi lagu kepada pendengarnya secara gratis. Pengunjung BottleSmoker di myspace bisa mendownload gratis atau mengirimkan CD-Blank ke alamat BottleSmoker dan mereka akan me-resend CD tersebut dengan isi lagu-lagu plus slave covernya. Melalui jaringan internet ini pun, Angkuy sebagai arranger dan song writer banyak diajak untuk collaborating dengan musisi komputer lainnya. Collaborating Angkuy cukup membawa nama BottleSmoker dan musisi komputer Indonesia ke luar, musisi Filipina Mark Redito telah berhasil ber-collaborate melalui lagu ”Mini Family” kemudian lagu ”Come Back To The Light” yang berada di album instant version “Before Circus Over” telah di remixed oleh BleedingBoy (Filipina). Selain itu, Angkuy sekarang sedang sibuk untuk mencoba ber-collaborating dengan Stereo Coach.
Halangan progress bekerjasama dengan inspirecord (Malaysia) membawa jalan bagi BottleSmoker untuk tetap menjadi band yang tulus, yang akan terus menulis dan menghasilkan lagu yang akan disebarkan secara gratis. Dengan musik kamarnya itu, tidak ada label-label berbentuk fisik yang sesuai dengan visi misi BottleSmoker. Maka, mereka tetap berada di jalur musik yang penuh ketulusan, misalnya netlabel. Tidak bergabung dengan record label fisik, tidak membuat buta BottleSmoker untuk menyebarkan materi lagunya. 2 album 2 EP yang telah dihasilkannya pun disebarkan dengan CD Culture atau SASE (Send Adress Self Envelope) juga disebarkan secara radikal dan vandal di komputer-komputer warnet, maka orang-orang bisa mendapatkan lagu-lagunya, selain itu disebarkan melalui hand by hand dalam bentuk Data Disc. Adanya kepedulian orang-orang terhadap musisi-musisi tulus seperti WastedRockers membawa BottleSmoker tetap bertahan dan merasa nyaman dengan idealisme tersebut. Akhirnya BottleSmoker masuk dalam WastedRockers Vol. 1 Compilation.

Ingin tahu lebih banyak?